bendera

Minggu, 04 Oktober 2026    23:52 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

OLAH RAGA
 


Tak Sekadar Meraih Poin Olimpiade, Indonesia Open Menjadi Momentum PBTI Membangun Legacy Taekwondo Indonesia


Badarudin,    01 Agustus 2026,    01:39 WIB

Tak Sekadar Meraih Poin Olimpiade, Indonesia Open Menjadi Momentum PBTI Membangun Legacy Taekwondo Indonesia
Tak Sekadar Meraih Poin Olimpiade, Indonesia Open Menjadi Momentum PBTI Membangun Legacy Taekwondo Indonesia

Jakarta, mediaindonesianews.com - Ketua PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon menilai keberhasilan bukan hanya dihitung dari jumlah medali, tetapi dari sistem yang mampu melahirkan juara lintas generasi menuju Olimpiade.


Di balik penyelenggaraan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026, Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) tengah mengusung misi yang jauh lebih besar daripada sekadar menjadi tuan rumah kejuaraan internasional. Bagi Ketua Umum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon, Indonesia Open merupakan bagian dari fondasi membangun legacy taekwondo Indonesia demi membuka kembali jalan menuju panggung Olimpiade.

Sebanyak 478 taekwondoin dari 36 negara akan bertanding di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, 1–5 Agustus 2026 dalam turnamen berstatus World Taekwondo G2 yang menjadi salah satu pengumpulan poin ranking dunia menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Namun bagi PBTI, nilai terbesar bukan hanya terletak pada perebutan medali maupun poin ranking dunia, melainkan pada kesempatan membangun ekosistem taekwondo yang semakin Kompetitif dan berstandar Internasional.

“Kalau berbicara target, tentu Indonesia harus naik podium. Namun yang sedang kami bangun jauh lebih besar karena prestasi tidak lahir dalam semalam. Prestasi lahir dari sistem yang kuat, kompetisi yang berkelanjutan, pembinaan yang terarah, dan keberanian mengukur kemampuan di level dunia,” kata Ketum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon.


Sejak dipercaya memimpin PBTI pada September 2023, Richard membawa visi besar untuk mengembalikan taekwondo Indonesia ke panggung Olimpiade yang sudah absen di lima Olimpiade terakhir.

Untuk mewujudkan target tersebut, PBTI melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap sistem pelatnas. PBTI kini menerapkan sistem pelatnas berjenjang yang melibatkan atlet senior dan atlet muda sebagai bagian dari regenerasi menuju siklus Olimpiade berikutnya.

Penjaringan atlet pelatnas juga dilakukan secara objective. PBTI mulai membangun jalur pembinaan yang lebih terstruktur, seperti Ksatria Nusantara Series sebagai sistem seleksi nasional. PBTI juga menunjuk pelatih asal Iran untuk menangani disiplin kyorugi untuk menggantikan pelatih sebelumnya yang berasal dari Korea Selatan sebagai bagian dari peningkatan kualitas kepelatihan nasional.

“Legacy yang ingin kami tinggalkan bukan hanya medali. Legacy itu adalah sistem yang terus berjalan, yang mampu melahirkan juara-juara baru, bahkan ketika kepengurusan ini sudah selesai,” ujar Ketum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon

Indonesia Open 2026 menjadi implementasi nyata dari visi tersebut. PBTI menurunkan 31 atlet pelatnas, terdiri atas 20 atlet kyorugi dan 11 atlet poomsae, yang merupakan hasil seleksi dari rangkaian Ksatria Nusantara Series. Mereka akan menghadapi persaingan ketat dari atlet-atlet dunia sekaligus menjadikan turnamen ini sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dan perjalanan panjang menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Lebih dari sekadar mengejar podium, Richard berharap Indonesia Open mampu meninggalkan warisan yang lebih luas bagi taekwondo nasional. Kejuaraan ini diharapkan meningkatkan kualitas atlet, pelatih, wasit, perangkat pertandingan, hingga kapasitas Indonesia sebagai penyelenggara event olahraga internasional.

“LA 2028 memang menjadi target kami. Namun yang lebih penting adalah memastikan Indonesia memiliki sistem yang terus melahirkan atlet-atlet berprestasi. Karena pada akhirnya, itulah legacy yang sesungguhnya,” tutur Bapak Richard.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBTI sekaligus Ketua Panitia Indonesia Open, Rafael Siagian, mengatakan kesiapan penyelenggaraan telah mencapai 98 persen. Seluruh aspek kini memasuki tahap finalisasi.

“Dengan 478 atlet dari 36 negara, Indonesia Open tahun ini memiliki tingkat persaingan dan kompleksitas penyelenggaraan yang tinggi. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk datang mendukung langsung atlet-atlet terbaik bangsa di Tennis Indoor Senayan secara gratis,” kata Rafael.

Indonesia Open akan mempertandingkan poomsae pada 1–2 Agustus, sedangkan kategori kyorugi digelar pada 3–5 Agustus 2026. Pembukaan dijadwalkan berlangsung Minggu (2/8) pagi. (PBTI)


banner
NASIONAL
img
Minggu, 04 Oktober 2026
Jakarta - Kasum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon, S.H., M.M., membuka Kejuaraan Tinju Amatir Rakyard Rumble Piala Panglima TNI Tahun 2026 dalam rangka HUT ke-81 TNI di Bengkel Space SCBD,...
img
Minggu, 04 Oktober 2026
Jakarta - Kejuaraan tinju amatir Rakyard Rumble Piala Panglima TNI 2026 tidak sekadar menjadi ajang adu kemampuan di atas ring, tetapi juga membawa pesan penting tentang keseimbangan antara prestasi olahraga...
img
Minggu, 04 Oktober 2026
Kalimantan Utara - Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita bersama Menteri Pertahanan RI Sjafrie meninjau Yonif TP 921/Alang Impang, Kabupaten Malinau, dan Yonif TP 922/Upun Taka, Kabupaten Tana...
img
Sabtu, 03 Oktober 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meninjau gladi bersih Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI Tahun 2026 di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (3/10/2026). Peninjauan dilakukan...
img
Sabtu, 03 Oktober 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri acara pisah sambut Kapolri dari Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Mabes Polri, Jakarta Selatan,...
img
Sabtu, 03 Oktober 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri pelantikan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dan Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil...

MEDIA INDONESIA NEWS