Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Bangli-Mediaindonesianews.com: DPRD Kabupaten Bangli mendorong Pemerintah Kabupaten Bangli untuk menambah alokasi anggaran promosi pariwisata. Langkah tersebut dinilai penting guna mengoptimalkan potensi sektor pariwisata yang menjadi salah satu penyumbang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Anggota DPRD Bangli dari Fraksi Partai Golkar, I Wayan Sutama, mengatakan anggaran promosi pariwisata yang saat ini hanya sekitar Rp130 juta per tahun dinilai belum memadai untuk memperkenalkan destinasi wisata Bangli secara luas.
"Melalui promosi yang tepat, kita bisa memperkenalkan secara luas apa saja fasilitas yang ada dan keunggulan yang dimiliki setiap objek wisata kepada masyarakat luas, terutama calon wisatawan," ujar Sutama, Minggu (5/7).
Politisi yang pernah menjabat sebagai Perbekel Kintamani itu menilai sektor pariwisata memiliki kontribusi signifikan terhadap PAD Kabupaten Bangli. Karena itu, pemerintah daerah perlu memberikan perhatian lebih besar melalui peningkatan anggaran promosi agar kunjungan wisatawan terus meningkat.
Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat kegiatan promosi belum berjalan optimal. Dengan alokasi yang ada, Pemerintah Kabupaten Bangli hanya mampu mengikuti sekitar dua hingga tiga kegiatan promosi pariwisata dalam setahun.
"Dengan anggaran saat ini, kita hanya bisa mengikuti beberapa acara promosi saja, sekitar dua hingga tiga kali dalam setahun," katanya.
Sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bangli, Sutama menyatakan akan memperjuangkan penambahan anggaran promosi pada pembahasan APBD tahun anggaran mendatang. Ia meyakini promosi yang lebih intensif, disertai pengelolaan destinasi yang profesional, akan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan daerah.
Sutama mengungkapkan, PAD Kabupaten Bangli dari sektor pariwisata pada tahun 2025 tercatat baru mencapai sekitar Rp42 miliar. Menurutnya, angka tersebut masih dapat ditingkatkan mengingat Bangli memiliki potensi wisata alam, budaya, dan desa wisata yang besar.
"Pada tahun 2025 lalu, PAD dari sektor pariwisata hanya mencapai Rp42 miliar. Jika dikelola dengan baik dan didukung promosi yang memadai, potensi pertumbuhannya akan sangat besar," tegasnya. (JB)